Dalam pembahasan sebelumnya mengenai trend dalam forex dan trading mengikuti garis trend anda telah belajar untuk mengenali pola pergerakan harga. Yang perlu anda ingat, terbentuknya sebuah trend dalam timeframe yang lebih besar membutuhkan waktu yang lebih lama, dan dibutuhkan faktor pergerak pasar yang besar untuk mengubah arah trend tersebut. Juga, level support dan resistance pada timeframe yang besar memegang peranan penting.
Pertama-tama, pilih satu timeframe pada diagram grafik, kemudian lihat level timeframe berikutnya yang lebih tinggi. Di situ anda dapat membuat keputusan untuk membuka posisi long atau short berdasarkan kondisi market, apakah sedang ranging atau trending.
Kemudian anda kembali ke timeframe yang pertama anda pilih, untuk memutuskan dimana anda akan masuk dan keluar posisi, dan memasang target profit serta stop loss. Dengan cara demikian, anda mengambil keputusan yang lebih baik dibandingkan dengan trader yang hanya menggunakan satu timeframe.
Contoh:
Joko mengambil keputusan untuk trading pasangan mata uang EUR/USD, dan memilih timeframe 1 jam. Ia berpendapat bahwa timeframe 15 menit terlalu cepat bagi dirinya, dan timeframe 4 jam terlalu lambat. Hal pertama yang ia lakukukan adalah membuka diagram grafik 4 jam untuk EUR/USD, sehingga ia bisa menentukan trend secara keseluruhan.
Joko melihat bahwa EUR/USD berada pada pola uptrend (trend naik). Ini berarti Joko hanya akan memasang posisi BUY (beli), untuk mengambil keuntungan dari trend yang sedang berlangsung.
Kemudia, dia kembali ke timeframe 1 jam yang merupakan pilihan utamanya, untuk membantu menentukan dimana ia akan memasang entri. Ia juga memutuskan untuk menggunakan indikator stochastic.
Pada waktu Joko kembali mengamati timeframe 1 jam, ia melihat bahwa indikator stochastic memberikan baru saja saling bersimpangan dan keluar dari level oversold sinyal oversold.
Tapi Joko merasa tidak yakin, lalu ia melihat pula timeframe yang lebih kecil yaitu 30 menit, untuk mendapatkan konfirmasi.
Ia mengamati grafik pada timeframe 30 menit dan melihat bahwa garis trend tetap bertahan, dan juga indikator stochastic berada di sekitar teritori oversold. Ia merasa saat itu adalah saat yang tepat untuk entri, dan memasang order buy. Mari kita lihat apa yang terjadi selanjutnya.
Ternyata garis trend tetap mengarah naik dan harga EUR/USD terus meningkat. Bila Joko tetap mempertahankan posisinya selama beberapa minggu maka ia akan mendapatkan profit yang cukup banyak!
KOMBINASI TIMEFRAME
Anda perlu menggunakan setidaknya dua timeframe, tapi jangan lebih dari tiga timeframe karena bila menggunakan lebih banyak hanya akan menimbulkan kebingungan.
Timeframe yang terbesar dapat digunakan untuk menemukan trend secara keseluruhan. Timeframe lebih rendah berikutnya adalah timeframe pilihan utama yang kita amati, dan memberikan sinyal kapan untuk masuk ataupun keluar posisi dalam kurun waktu jangka menengah. Timeframe yang terkecil menunjukkan trend singkat, dan member konfirmasi kapan untuk entri dan exit.
Anda dapat menggunakan timeframe apa saja, asalkan terdapat cukup perbedaan waktu di antaranya untuk dapat melihat perbedaan dalam pergerakkan (perubahan).
Beberapa contoh kombinasi timeframe:
- 1-menit, 5-menit, dan 30-menit
- 5-menit, 30-menit, dan 4-jam
- 15-menit, 1-jam, dan 4-jam
- 1-jam, 4-jam, dan harian
- 4-jam, harian, dan mingguan dan seturusnya.





0 komentar:
Posting Komentar